Tuesday, 9 December 2008

Perjalanan Menuju Kesejatian

Perjalanan Menuju Kesejatian

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Setiap manusia dewasa tentu pernah merindukan sebuah pencerahan.
Apakah pencerahan itu dalam konteks spiritualitas, maupun dalam
kerangka pengembangan diri. Orang-orang yang mampu menjaga
kerinduannya akan pencerahan mempunyai kesempatan untuk secara
konsisten membawa dirinya menuju kepada kesejatian hidup. Yaitu;
menjadi manusia yang bisa mewujudkan tujuan atas penciptaannya.
Ngomong-ngomong; apakah sesungguhnya tujuan pencipataan kita ini?

Dimusim hujan seperti ini banyak laron beterbangan menjelang malam
tiba. Ketika mahluk sejenis ngengat itu sudah mencapai titik tertentu
dalam perkembangan siklus hidupnya, dia dianugerahi penciptanya
dengan sepasang sayap. Sayap itu memungkinkan dirinya untuk terbang
menuju suatu tempat yang jaraknya sering teramat jauh. Mereka keluar
dari tempat persembunyian disisa-sisa kayu dan pepohonan mati.
Kemudian terbang menuju satu titik yang pasti, yaitu; sumber cahaya.
Ditempat itu, mereka bertemu dengan laron-laron lainnya, sehingga
pertemuan itu bagaikan sebuah konferensi besar para pencari cahaya.

Adakah para laron itu ingin menyampaikan sebuah pesan? Kelihatannya
memang demikian. Melalui apa yang dilakukannya, para laron
mengingatkan kita betapa pentingnya menghadapkan diri kearah sumber
cahaya. Karena, menuju cahaya adalah sebuah fitrah bagi setiap
manusia. Didalam diri kita, ada sisi gelap. Dan ada pula sisi terang.
Jika kita tidak pernah menambahkan cahaya kedalamnya, maka sisi gelap
kita akan menjadi semakin banyak. Sedangkan, sisi terang akan semakin
berkurang. Untuk menjadi gelap; kita tinggal berdiam diri saja.
Karena cepat atau lambat dunia kita pasti menjadi gelap. Sedangkan
untuk mendapat terang, kita harus melakukan usaha-usaha yang sepadan.
Karena menanti dengan berdiam diri tidak memberikan jaminan datangnya
cahaya terang.

Bagi sang laron, menuju sumber cahaya adalah langkah paling akhir
misi hidupnya. Sedangkan bagi manusia, seberkas cahaya didalam
dirinya menyala melalui setiap perilakunya yang terpuji. Seperti
ketika mereka menghitung langkah satu, dua, tiga, dan empat; semuanya
berjalan membentuk sebuah untaian proses pencerahan jiwa. Kemudian,
tepat pada hitungannya yang kelima; mereka melakukan langkah terakhir
dalam hidupnya untuk menuju sang pemilik cahaya sesungguhnya.
Ditempat itulah kemudian mereka, berkumpul dengan para pencari cahaya
lainnya. Duduk bersimpuh disebuah lapangan luas, untuk mendekatkan
diri kepada sang pemilik cahaya sejati.

Setelah sampai disumber cahaya itu, tunailah sudah misi hidup seekor
laron. Dan setelah tiba disumber cahaya sejati itu; tunailah sudah
perjalanan panjang seorang manusia. Karena, ketika itu; kita bisa
menjelma menjadi manusia yang tercerahkan oleh cahaya kesejatian.
Seseorang yang berhasil melakukan perjalanan itu sesuai dengan
panggilan sang pemilik cahaya akan memasuki babak baru dalam siklus
hidupnya, yaitu; menjadi manusia sejati. Manusia yang memiliki
kematangannya secara spiritualitas, maupun fungsi sosial
kemasyarakatan. Sedangkan, mereka yang hanya matang secara spiritual,
tetapi tidak berfungsi secara sosial belum benar-benar mencapai
kesejatian itu. Sebaliknya, mereka yang secara fungsi sosial matang
tetapi melupakan kematangan spiritual adalah orang-orang yang hanya
bagus dimata sesama manusia. Namun, dihadapan Tuhannya; nilainya
layak dipertanyakan.

Bagi seekor laron, menuju cahaya adalah sebuah perjalanan sekali
seumur hidup. Oleh karena itu, seekor laron; mengerahkan semua yang
ada dialam dirinya untuk perjalanan suci itu. Dan ketika cahaya telah
memenuhi dirinya; dia menanggalkan sayap-sayapnya. Perlambang apakah
ini bagi kita? Sang laron tengah mengajari kita bahwa jika sudah
sampai kepada sumber cahaya, maka kita harus meneguhkan hati untuk
menutup segala kemungkinan yang bisa membawa kita kembali menuju
kegelapan.

Jika sayap itu masih dipeliharanya; maka cepat atau lambat, dia akan
tergoda untuk terbang menuju gelap. Dengan menanggalkannya, sang
laron menutup semua kemungkinan itu, supaya dia bisa memberikan
totalitas dirinya didalam terang itu. Meski untuk mendapatkannya, dia
harus mengorbankan sepasang sayap yang dimilikinya. Manusia tengah
diseru oleh sang laron, untuk juga melakukan pengorbanan yang sama.
Yaitu pengorbanan untuk membuang nafsu-nafsu yang sering menyeretnya
kepada sifat buruk. Dan menanggalkan sifat-sifat tak patut didalam
dirinya. Sehingga, ketika kita kembali pulang; kita benar-benar hanya
membawa cahaya putih lagi bersih. Sebersih jiwa seorang bayi yang
baru saja dilahirkan.

Hore,
Hari Baru!
Dadang Kadarusman
http://www.dadangka darusman. com/

Catatan Kaki:
Keutuhan pribadi seseorang ditandai dengan kesediaannya untuk
membangun nilai dimata sesama melalui tindakannya, dan dimata
Tuhannya melalui kepasrahannya.

Info

Sekedar info buat kawan2 semua n semoga bermanfaat.. ..

Ada buku baru yang saya kira sangat relevan bagi siapa saja yang ingin mengembangkan bisnis sendiri atau berwirausaha. Atau yang punya rencana suatu saat bakal mandiri berwirausaha.

Buku baru ini berjudul " 10 PENGUSAHA YANG SUKSES MEMBANGUN BISNIS DARI O (NOL)". Buku ini mengulas kiat2 dan rahasia sukses 10 pengusaha besar yang sudah terbukti sukses membangun bisnis dari nol. Mereka ini sukses karena perjuangannya sendiri, bukan bisnis warisan ortunya sehingga sisi pembelajarannya cukup banyak.

Saya lihat ke-10 pengusaha ini bidang bisnisnya juga berbeda2. Ada yang bisnisnya fashion, aparel, tas, sepatu, tambang, jasa kurir/logistik, perikanan, jasa hukum, lelang, main dealer mobil/motor dan consumer good. Rata-rata karyawannya sudah ribuan. Mereka bercerita rahasia suksesnya dan kiat2 sukses penting dalam merintis dan membesarkan bisnis. Buku ini cukup tebal, 390-an, diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, ditulis Sudarmadi.

Saya kira buku ini sangat perlu buat siapapun yang sedang atau suatu saat ingin mengembangkan usaha sendiri. Dari buku ini kita bisa belajar dari orang yang sudah terbukti (proven) sukses dalam membangun bisnis hingga skala besar. Diantara yang diulas, ada pengusaha tas dari Bandung pemilik tas merek Exsport, Eiger, Bodypack (dll) yang ternyata dia itu waktu memulai modalnya nggak sampai Rp 1 juta, namun kini omsetnya sudah ratusan miliar dan karyawannya 2.000 orang (belum termasuk ribuan pengrajin plasma yang diajak). Orang ini bercerita panjang-lebar kenapa sukses dan bagaimana kiatnya menembus jaringan Matahari dan Ramayana, dll.

Lalu, ada juga pengusaha perikanan dari Jatim yang dulu modalnya pinjam pamannya namun kini salah satu eskportir terbesar. Orang ini bisa kuliah karena ngajar privat di SMA-SMA, orang tuanya nggak mampu. Tapi kini karyawannya 5.000 orang. Pengusaha perikanan ini berbagi kiat/strategi produksi, pemasaran maupun pengelolaan SDM. Tentu saja juga ia cerita bagaimana ia bisa sukses membangun perusahaan hingga punya 5000-an karyawan, padahal modalnya amat pas-pasan.

Ada juga mantan karyawan Astra yang kini sukses berbisnis sepatu dan memiliki karyawan 9.000 orang. Padahal pengusaha sepatu ini awalnya hanya penjaga gudang di Batik Semar. Orang ini salah kepercayaan Nike di Indonesia.

Ada juga pengusaha kurir yang usianya belum genap 40 tahun namun sudah punya karyawan 2.000 orang. Orang ini dulunya supervisor di Dinners Club yang kemana2 gelantungan naik bus kotadi Jakarta, tapi sukses membangun bisnis kurir dengan modal jual cincin mas kawin.

Disini juga ada pengusaha sukses bidang pertambangan yang ketika memulai usaha hanya lulusan SMA.

Lalu kalau kawan2 ada yang bisnis dealer, maka di buku ini juga ada pengusaha sukses yang bisnisnya main dealer mobil dan motor. Bagaimana kiat mengelola dealer dan mengembangkannya, beliau bercerita banyak.

Selain itu kita juga bisa belajar dari pengusaah di bidang lain seperti jasa konsiltan hukum, pengusaha yang sukses di bidang lelang, dan pengusaha kontraktor pengembangan lahan kelapa sawit.

Saya kira banyak hal menarik yang bisa kita jadikan inspirasi dan contoh dalam membangun bisnis. Menariknya buku ini, kita belajar dari orang2 yang sudah membuktikan, sehingga jurus2 dan kiat2 mereka sudah mereka buktikani. Penulis hanya menuangkan apa2 yang diceritakan pada pengusaha itu ke dalam buku.

Thanks n semoga info ini bermanfaat

Salam sukses buat kita semua

Wednesday, 3 December 2008

Perfeksionis itu dilarang

Perfeksionisme adalah keyakinan bahwa seseorang harus jadi sempurna,
mencapai kondisi terbaik pada aspek fisik ataupun non-materi. Perfeksionis
adalah orang yang memiliki pandangan perfeksionisme.

Pada bentuknya sebagai penyakit, perfeksionisme dapat menyebabkan seseorang
memiliki perhatian berlebih terhadap detil suatu hal dan bersifat
obsesif-kompulsif , sensitif terhadap kritik, cemas berkepanjangan, keras
kepala, berpikir sempit dan suka menunda. Hal-hal yang dapat menghambat
keberhasilan dalam hal apapun. Orang yang potensial namun perfeksionis akan
terhambat kemampuannya. Hasrat menciptakan produk, website atau konten
terbaik adalah hal yang perlu, namun seorang perfeksionis akan menemukan
banyak rintangan yang sama sekali tidak perlu.

Saya akan mengaitkan seluruh artikel ini dalam konteks bisnis online,
walaupun prinsipnya dapat diterapkan pada semua hal.

Daripada terobsesi pada kualitas konten dengan “memoles” ulang artikel yang
sama berkali-kali sampai banyak membuang waktu, lebih baik publish saja
artikel tersebut dan terima apa adanya. Anda tidak harus menjadi penulis
artikel terbaik yang pernah ditulis. Jangan sampai harapan/pandangan dari
pembaca atau customer anda menjadi beban mental yang sebetulnya mungkin
hanya ada dalam pikiran sendiri

Masalah perfeksionis adalah tindakannya yang cenderung suka menunda-nunda
dan akhirnya capai sendiri. Obsesinya akan kesempurnaan menjadi beban
pikiran dan meletihkan perasaannya. Orang perfeksionis akan cepat kehabisan
energi karena terus cemas tentang bagaimana menyempurnakan website-nya atau
berpikir seandainya dulu saya begini atau begitu.

Ya, saya tahu karena saya juga perfeksionis, :) khususnya saat membuat blog
atau konten untuk blog saya sendiri, karena saya menganggap ini proyek
pribadi dan harus sempurna. Saya sering berpikir terlalu keras tentang cara
terbaik mewujudkan ide, atau mencari-cari ide yang orisinil dan belum pernah
dibuat orang sama sekali. Ini justru memperlambat dan akhirnya berbagai
pekerjaan malah tertunda. Membuang waktu yang seharusnya bisa digunakan
untuk lebih produktif.

Sekarang saya mulai tidak terlalu memikirkannya. Dulu saya bisa saja
mengedit ulang selama ratusan jam tentang berbagai hal kecil pada artikel
atau desain blog yang saya buat, namun akhirnya orang tetap menemukan
kesalahan di dalamnya, atau justru tidak peduli sama sekali.

Keinginan agar orang lain setuju dan seketika terikat dengan keyakinan
pribadi kita adalah akibat dari perfeksionisme yang bersifat patologis
(penyakit). Pahami bahwa persepsi orang lain adalah sesuatu yang dapat
dikelola dan diberi reaksi seiring dengan waktu. Anda bisa mengubah seorang
musuh menjadi teman bahkan believer dengan memberi respon positif pada
masukannya dan mengadaptasi produk/website agar dapat memenuhi kebutuhan
user secara bertahap.

Anda tidak bisa memuaskan semua harapan orang, apalagi secara instan. Tidak
bisa dan tidak harus. Setiap website akan memiliki kesesuaian “frekuensi”
dengan pembacanya yang menemukan bahwa website tersebut relevan dengan apa
yang dia cari dan butuhkan. Core audience adalah testing ground untuk
inovasi dan sumber umpanbalik yang sangat berharga.
Bereaksi secara tepat pada audience, kembangkan hal-hal positif dan
minimalkan yang negatif. Ingat, respon orang lain tidak bisa kita
kendalikan, tapi kita bisa mengendalikan reaksi diri kita. Kurangi
kekhawatiran akibat visi kesempurnaan, karena pandangan singular (satu arah)
dari posisi anda sangatlah terbatas. Gunakan hasrat untuk menjadi sempurna
sebagai alat motivasi dan bukan menjadi hambatan psikologis. Jangan harapkan
kesempurnaan, baik pada kesempatan pertama dan bahkan setelah melalui jalan
panjang.

Kalau punya ide bagus, buatlah action plan dan wujudkan ide tersebut
secepatnya. Loic de Meur, seorang entrepreneur Perancis kemarin menulis
tentang ten rules for startup success, beberapa tips-nya cukup relevan
dengan artikel ini:

* Don’t wait for a revolutionary idea. It will never happen. Just
focus on a simple, exciting, empty space and execute as fast as possible.
* Don’t spend time on market research. Launch test versions as early
as possible. Keep improving the product in the open.
* Don’t obsess over spreadsheet business plans. They are not going
to turn out as you predict, in any case.
* Don’t plan a big marketing effort. It’s much more important and
powerful that your community loves the product.
* Don’t focus on getting rich. Focus on your users. Money is a
consequence of success, not a goal.

Khusus tentang bisnis internet, sebagian netter sering mengabaikan fakta
sederhana: kalau ingin mendapat income dari internet, anda sebetulnya tidak
perlu ide unik yang belum pernah dibuat orang dan anda tidak perlu website
yang didesain dan dioptimasi secara sempurna. Saya ingin mengambil contoh
dari negeri ini sendiri yaitu web Cosa dan jaringan bisnisnya yang
disesuaikan secara bertahap. Hasilnya sudah dia nikmati sekarang (setidaknya
begitulah pengakuannya, karena saya belum pernah lihat ceknya :) ) dan
sepertinya masih akan berkembang.

Telah banyak contohnya, bahwa ide biasa atau rata-rata bisa menarik hasil
yang diharapkan. Perfeksionisme itu overkill, tidak diperlukan sama sekali.

Dikenal oleh calon audience berarti memenangkan setengah dari “perang“, jadi
yang diperlukan adalah lebih banyak bertindak (act) dan hilangkan rasa
khawatir karena ingin sempurna.

Tuesday, 2 December 2008

Syair Jajabaya Part 7

Susahe wong cilik.
Bersusahlah rakyat kecil.
Trouble will belong to the poor.

Akeh wong dakwa dinakwa.
Banyak orang saling tuduh.
Many will sue each other.

Tindake manungsa saya kuciwa.
Ulah manusia semakin tercela.
Human behaviour will fall short of moral enlightenment.

Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi.
Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
Leaders will discuss and choose which countries are their favourites
and which ones are not.

Hore! Hore!
Hore! Hore!
HurraHurrah!

Wong Jawa kari separo.
Orang Jawa tinggal separo.
The Javanese will remain half.

Landa-Cina kari sejodho.
Belanda-Cina tinggal sepasang.
The Dutch and the Chinese each will remain a pair.

Akeh wong ijir, akeh wong cethil.
Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.
Many become stingy.

Sing eman ora keduman.
Si hemat tidak mendapat bagian.
The cautious ones will not get their portion.

Sing keduman ora eman.
Yang mendapat bagian tidak berhemat.
The ones who receive their portion will be prodigal.

Akeh wong mbambung.
Banyak orang berulah dungu.
Stupidity will be everywhere.

Akeh wong limbung.
Banyak orang limbung.
Bewildered persons will be everywhere.

Selot-selote mbesuk wolak-waliking jaman teka.
Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya jaman.
One day, yet slowly, the age of turbulence will come.

Syair Jajabaya Part 6

Pitik angrem saduwure pikulan.
Ayam mengeram di atas pikulan.
The hen will hacth eggs in a carrying pole.

Maling wani nantang sing duwe omah.
Pencuri menantang si empunya rumah.
Thieves will not be afraid to challenge the target.

Begal pada ndhugal.
Penyamun semakin kurang ajar.
Robbers will dissent into greater evil.

Rampok padha keplok-keplok.
Perampok semua bersorak-sorai.
Looters will be given applause.

Wong momong mitenah sing diemong.
Si pengasuh memfitnah yang diasuh
People will slander their caregivers.

Wong jaga nyolong sing dijaga.
Si penjaga mencuri yang dijaga.
Guards will steel the very things they are to protect.

Wong njamin njaluk dijamin.
Si penjamin minta dijamin.
Guarantors will ask for collateral.

Akeh wong mendem donga.
Banyak orang mabuk doa.
Many will ask for blessings.

Kana-kene rebutan unggul.
Di mana-mana berebut menang.
Everybody will compete for personal victory.

Angkara murka ngombro-ombro.
Angkara murka menjadi-jadi.
Ruthlessness will be everywhere.

Agama ditantang.
Agama ditantang.
Religions will be questioned.

Akeh wong angkara murka.
Banyak orang angkara murka.
Many people will be greedy for power, wealth and position.

Nggedhekake duraka.
Membesar-besarkan durhaka.
Rebelliousness will increase.

Ukum agama dilanggar.
Hukum agama dilanggar.
Religious law will be broken.

Prikamanungsan di-iles-iles.
Perikemanusiaan diinjak-injak.
Human rights will be violated.

Kasusilan ditinggal.
Tata susila diabaikan
Ethics will left behind.

Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi.
Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
Many will be insane, cruel and immoral.

Wong cilik akeh sing kepencil.
Rakyat kecil banyak tersingkir.
Ordinary people will be segregated.

Amarga dadi korbane si jahat sing jajil.
Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
They will become the victims of evil and cruel persons.

Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit.
Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
Then there will come a ruler who is influential.

Lan duwe prajurit.
Dan punya prajurit.
And having armies.

Negarane ambane saprawolon.
Lebar negeri seperdelapan dunia.
The country will measured one-eighth of the world.

Tukang mangan suap saya ndadra.
Pemakan suap semakin merajalela.
The number of people who commit bribery will increase.

Wong jahat ditampa.
Orang jahat diterima.
The evil ones will be accepted.

Wong suci dibenci.
Orang suci dibenci.
The innocent ones will be rejected.

Timah dianggep perak.
Timah dianggap perak.
Tin will be thought to be silver.

Emas diarani tembaga.
Emas dibilang tembaga
Gold will be thought to be copper.

Dandang dikandakake kuntul.
Gagak disebut bangau.
A crow will be thought to be an heron.

Wong dosa sentosa.
Orang berdosa sentausa.
The sinful ones will be safe and live in tranquility.

Wong cilik disalahake.
Rakyat jelata dipersalahkan.
The poor will be blamed.

Wong nganggur kesungkur.
Si penganggur tersungkur.
The unemployed will be rooted up.

Wong sregep krungkep.
Si tekun terjerembab.
The diligent ones will be forced down.

Wong nyengit kesengit.
Orang busuk hati dibenci.
The people will seek revenge against the fiercely violent ones.

Buruh mangluh.
Buruh menangis.
Workers will suffer from overwork.

Wong sugih krasa wedi.
Orang kaya ketakutan.
The rich will feel unsafe.

Wong wedi dadi priyayi.
Orang takut jadi priyayi.
People who belong to the upper class will feel insecure.

Senenge wong jahat.
Berbahagialah si jahat.
Happiness will belong to the evil persons.

Syair Jajabaya Part 5

Akeh bandha musna ora karuan lungane.
Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe
Banyak harta hilang entah ke mana.
Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
There will be disappearance of great riches, titles, and jobs.

Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram.
Banyak barang haram, banyak anak haram.
There will be many illegal goods.

Bejane sing lali, bejane sing eling.
Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
Good luck for the ignoramus, good luck for anyone who is aware.

Nanging sauntung-untunge sing lali.
Tapi betapapun beruntung si lupa.
Yet, no matter how lucky is the ignoramus.

Isih untung sing waspada.
Masih lebih beruntung si waspada.
It is more lucky for anyone who is alert.

Angkara murka saya ndadi.
Angkara murka semakin menjadi.
Ruthlessness will become worse.

Kana-kene saya bingung.
Di sana-sini makin bingung.
Everywhere the situation will be chaotic.

Pedagang akeh alangane.
Pedagang banyak rintangan.
Doing business will be more difficult.

Akeh buruh nantang juragan.
Banyak buruh melawan majikan.
Workers will challenge their employers.

Juragan dadi umpan.
Majikan menjadi umpan.
The employers will become bait.

Sing suwarane seru oleh pengaruh.
Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
Those who speak out will be more influential.

Wong pinter diingar-ingar.
Si pandai direcoki.
The wise ones will be ridiculed.

Wong ala diuja.
Si jahat dimanjakan.
The evil ones will be spoiled.

Wong ngerti mangan ati.
Orang yang mengerti makan hati.
The knowledgeable ones will be in much distress.

Bandha dadi memala.
Hartabenda menjadi penyakit
The material comfort will incite crime.

Pangkat dadi pemikat.
Pangkat menjadi pemukau.
Rank and position will become enticing.

Sing sawenang-wenang rumangsa menang.
Yang sewenang-wenang merasa menang
Those who act arbitrarily will feel as if they are the winners.

Sing ngalah rumangsa kabeh salah.
Yang mengalah merasa serba salah.
Those who act wisely will feel as if everything is wrong.

Ana Bupati saka wong sing asor imane.
Ada raja berasal orang beriman rendah.
There will be leaders who are weak in their faith.

Patihe kepala judhi.
Maha menterinya benggol judi
The chief minister is no one but a leader of the gamblers.

Wong sing atine suci dibenci.
Yang berhati suci dibenci
Those who have a holy heart will be rejected.

Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat.
Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
Those who are evil, and know how to flatter their boss, will be promoted.

Pemerasan saya ndadra.
Pemerasan merajalela.
Human exploitation will be worse.

Maling lungguh wetenge mblenduk.
Pencuri duduk berperut gendut.
The corpulent thieves will be able to sit back and relax.

Syair Jajabaya Part 4

Sing dodol akal okol.
Si penjual bermain siasat.
Sellers will play tricks and muscles.

Wong golek pangan kaya gabah diinteri.
Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
The way people earn a living will be as paddies being sifted.

Sing kebat kliwat.
Siapa tangkas lepas.
Some will go wild out of control.

Sing telah sambat.
Siapa terlanjur menggerutu.
Those who are too far groaning.

Sing gedhe kesasar.
Si besar tersasar.
The ones on the top will get lost.

Sing cilik kepleset.
Si kecil terpeleset.
The ordinary people will slip.

Sing anggak ketunggak.
Si congkak terbentur.
The arrogant ones will be collided.

Sing wedi mati.
Si takut mati.
The fearful ones will not survive.

Sing nekat mbrekat.
Si nekat mendapat berkat.
The risk takers will be successful.

Sing jerih ketindhih.
Si hati kecil tertindih
The ones who are afraid will be crushed.

Sing ngawur makmur.
Yang ngawur makmur
The careless ones will be wealthy.

Sing ngati-ati ngrintih.
Yang berhati-hati merintih.
The careful ones will whine about their suffering.

Sing ngedan keduman.
Yang main gila menerima bagian.
The crazy ones will get their portion.

Sing waras nggagas.
Yang sehat pikiran berpikir.
The ones who are healthy will think wisely.

Wong tani ditaleni.
Si tani diikat.
The farmers will be controlled.

Wong dora ura-ura.
Si bohong menyanyi-nyanyi
Those who are corrupt will sing happily.

Ratu ora netepi janji, musna panguwasane.
Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
The rulers do not keep their promises, will lose their power.

Bupati dadi rakyat.
Pegawai tinggi menjadi rakyat.
The leaders will become ordinary persons.

Wong cilik dadi priyayi.
Rakyat kecil jadi priyayi.
The ordinary people will become leaders.

Sing mendele dadi gedhe.
Yang curang jadi besar.
The dishonest persons will rise to the top.

Sing jujur kojur.
Yang jujur celaka.
The honest ones will be unlucky.

Akeh omah ing ndhuwur jaran.
Banyak rumah di punggung kuda.
There will be many houses on horses' back.

Wong mangan wong.
Orang makan sesamanya.
People will attack other people.

Anak lali bapak.
Anak lupa bapa.
Children will ignore their fathers.

Wong tuwa lali tuwane.
Orang tua lupa ketuaan mereka.
The olds forget their oldness.

Pedagang adol barang saya laris.
Jualan pedagang semakin laris.
Merchants will sell out of their merchandise.

Bandhane saya ludhes.
Namun harta mereka makin habis.
Yet, they will lose money.

Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan.
Banyak orang mati lapar di samping makanan.
Many people will die from starvation in prosperous times.

Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara.
Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
Many people will have lots of money yet, be unhappy in their live.

Sing edan bisa dandan.
Yang gila bisa bersolek.
The crazy one will be beautifully attired.

Sing bengkong bisa nggalang gedhong.
Si bengkok membangun mahligai.
The insane will be able to build a lavish estate.

Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil.
Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
The ones who are fair and sane will suffer in their lives and will be
isolated.

Ana peperangan ing njero.
Terjadi perang di dalam.
There will be internal wars.

Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham.
Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
As a result of misunderstandings between those at the top.

Durjana saya ngambra-ambra.
Kejahatan makin merajalela.
The numbers of evil doers will increase sharply.

Penjahat saya tambah.
Penjahat makin banyak.
There will be more criminals.

Wong apik saya sengsara.
Yang baik makin sengsara.
The good people will live in misery.

Akeh wong mati jalaran saka peperangan.
Banyak orang mati karena perang.
There will be many people die in a war.

Kebingungan lan kobongan.
Karena bingung dan kebakaran.
Others will be disoriented, and their property burnt.

Wong bener saya thenger-thenger.
Si benar makin tertegun.
The honest will be confused.

Wong salah saya bungah-bungah.
Si salah makin sorak sorai.
The dishonest will be joyful.

__._,_.___
Messages in this topic (4) Reply (via web post) | Start a new topic
Messages | Links | Database | Members | Calendar
GIVING IS RECEIVING
DENGAN MEMBERI SECARA TULUS DAN IKLAS, KITA AKAN MENDAPATKAN BERKALI-KALI LIPAT

Hukum karma (sebab dan akibat)
Apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituai.
Menanam kebaikan akan menuai kebaikan.
Menanam kejahatan akan menuai kejahatan.

Syair Jajabaya Part 3

Guru disatru.
Guru dimusuhi.
Guru is treated as an enemy.

Tangga padha curiga.
Tetangga saling curiga.
Neighbours will become suspicious of each other.

Kana-kene saya angkara murka.
Angkara murka semakin menjadi-jadi.
And ruthlessness will be everywhere.

Sing weruh kebubuhan.
Barangsiapa tahu terkena beban.
The eyewitness has to take the responsibility.

Sing ora weruh ketutuh.
Sedang yang tak tahu disalahkan.
The ones who know nothing will be prosecuted.

Besuk yen ana peperangan.
Kelak jika terjadi perang.
One day when there will armagedon.

Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor.
Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
In the east, in the west, in the south, and in the north.

Akeh wong becik saya sengsara.
Banyak orang baik makin sengsara.
Good people will suffer more.

Wong jahat saya seneng.
Sedang yang jahat makin bahagia.
Bad people will be happier.

Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul.
Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
When this happens, crow will be said heron.

Wong salah dianggep bener.
Orang salah dipandang benar.
The wrong person will be assumed to be honest.

Pengkhianat nikmat.
Pengkhianat nikmat.
Betrayers will live in the utmost of material comfort.

Durjana saya sempurna.
Durjana semakin sempurna.
The deceitful will decline even further.

Wong jahat munggah pangkat.
Orang jahat naik pangkat.
The evil persons will rise to the top.

Wong lugu kebelenggu.
Orang yang lugu dibelenggu.
The modest will be trapped.

Wong mulya dikunjara.
Orang yang mulia dipenjara.
The noble will be imprisoned.

Sing curang garang.
Yang curang berkuasa.
The fraudulent will be ferocious.

Sing jujur kojur.
Yang jujur sengsara.
The honest will unlucky.

Pedagang akeh sing keplarang.
Pedagang banyak yang tenggelam.
Many merchants will fly in a mess.

Wong main akeh sing ndadi.
Penjudi banyak merajalela.
Gamblers will become more addicted to gambling.

Akeh barang haram.
Banyak barang haram.
Illegal things will be everywhere.

Akeh anak haram.
Banyak anak haram.
Many babies will be born outside of legal marriage.

Wong wadon nglamar wong lanang.
Perempuan melamar laki-laki.
Women will propose marriage.

Wong lanang ngasorake drajate dhewe.
Laki-laki memperhina derajat sendiri.
Men will lower their own status.

Akeh barang-barang mlebu luang.
Banyak barang terbuang-buang.
The merchandise will be left unsold.

Akeh wong kaliren lan wuda.
Banyak orang lapar dan telanjang.
Many people will suffer from starve and stark-naked.

Wong tuku ngglenik sing dodol.
Pembeli membujuk penjual.
Buyers will flatter the sellers.

Syair Jajabaya Part 2

Wong lanang ilang kaprawirane.
Laki-laki hilang perwira
Men will loose their courage.

Akeh wong lanang ora duwe bojo.
Banyak laki-laki tak mau beristri.
Men will choose not to get married.

Akeh wong wadon ora setya marang bojone.
Banyak perempuan ingkar pada suami.
Women will be unfaithful to their husbands.

Akeh ibu padha ngedol anake.
Banyak ibu menjual anak.
Mothers will sell their babies.

Akeh wong wadon ngedol awake.
Banyak perempuan menjual diri.
Women will engage in prostitution.

Akeh wong ijol bebojo.
Banyak orang tukar pasangan.
Couples will trade partners.

Wong wadon nunggang jaran.
Perempuan menunggang kuda.
Women will ride horses.

Wong lanang linggih plangki.
Laki-laki naik tandu.
Men will be carried in a stretcher.

Randha seuang loro.
Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
Two divorcees will be valued at 8,5 cents.

Prawan seaga lima.
Lima perawan lima picis.
A virgin will be valued at 10 cents.

Dhudha pincang laku sembilan uang.
Duda pincang laku sembilan uang.
A crippled widower will be valued at nine uang's

Akeh wong ngedol ngelmu.
Banyak orang berdagang ilmu.
Many will earn their living by trading their knowledge.

Akeh wong ngaku-aku.
Banyak orang mengaku diri.
Many will claims other's merits as their own.

Njabane putih njerone dhadhu.
Di luar putih di dalam jingga.
White outwardly but orange inwardly

Ngakune suci, nanging sucine palsu.
Mengaku suci, tapi palsu belaka.
They will proclaim their righteousness despite their sinful ways.

Akeh bujuk akeh lojo.
Banyak tipu banyak muslihat.
Many will use sly and dirty tricks.

Akeh udan salah mangsa.
Banyak hujan salah musim.
Rains will fall in the wrong season.

Akeh prawan tuwa.
Banyak perawan tua.
Many women will remain virgins into their old age.

Akeh randha nglairake anak.
Banyak janda melahirkan bayi.
Many divorcees will give birth.

Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne.
Banyak anak lahir mencari bapanya.
Newborns will search for their fathers.

Agama akeh sing nantang.
Agama banyak ditentang.
Religions will be attacked.

Prikamanungsan saya ilang.
Perikemanusiaan semakin hilang.
Humanitarianism will no longer have importance.

Omah suci dibenci.
Rumah suci dijauhi.
Holy temples will be hated.

Omah ala saya dipuja.
Rumah maksiat makin dipuja.
They will be more fond of praising evil places.

Wong wadon lacur ing ngendi-endi.
Di mana-mana perempuan lacur
Prostitution will be everywhere.

Akeh laknat.
Banyak kutuk
There will be many worthy of damnation.

Akeh pengkianat.
Banyak pengkhianat.
There will be many betrayals.

Anak mangan bapak.
Anak makan bapak.
Children will be against father.

Sedulur mangan sedulur.
Saudara makan saudara.
Siblings will be against siblings.

Kanca dadi mungsuh.
Kawan menjadi lawan.
Friends will become enemies.