Thursday, 17 July 2008

JUST DO IT!

Hal yang paling menggemaskan adalah ketika Anda merasa mampu melakukan
sesuatu, tetapi belum mau melakukannya. Banyak alasan dari
ketidakmauan itu, mungkin karena kesibukan dengan kegiatan lain, belum
merasa urgen, pemahaman yang rendah terhadap manfaatnya, merasa belum
memiliki kemampuan, dan lain-lain. Anda mempunyai berbagai alasan
spesifik terhadap ketidakmauan Anda untuk melakukan sesuatu. Namun
yang paling berbahaya dari berbagai alasan itu adalah karena Anda
malas untuk memulainya!

Ya, malas melakukan sesuatu merupakan dalih yang paling berbahaya
karena ia dapat membunuh potensi Anda. Ketika rasa malas muncul, Anda
akan tampil dibawah potensi maksimal, sehingga seakan-akan menjadi
tidak berharga dan tidak bermanfaat di hadapan orang lain dan
lingkungan Anda. Padahal Nabi saw telah menganjurkan setiap manusia
agar bermanfaat untuk lingkungannya. "Yang paling baik diantaramu
adalah orang yang paling bermanfaat untuk orang lain" (Al Hadits).

Bermanfaat bagi lingkungan merupakan tujuan dari penciptaan manusia.
"Dan tidaklah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat
bagi semesta alam" (QS. 21 : 107). Jadi ketika keberadaan seseorang
kurang dirasakan manfaatnya oleh lingkungan, maka sebenarnya ia telah
keluar dari fitrah penciptannya. Ia menjadi makhluk sempalan yang
durhaka kepada Sang Pencipta.

Selain itu, Allah yang Maha Tahu telah menjadikan setiap manusia
memiliki potensi yang luar biasa, sehingga dengan potensi tersebut
(tentu saja setelah potensi tersebut berubah menjadi kinerja) manusia
dapat bermanfaat bagi lingkungan dan patut dihargai oleh lingkungan.
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya
penciptaan" (Q.S. At Tiin : 5). Ketika manusia tidak mengembangkan
potensinya karena malas melakukan sesuatu, berarti ia telah melecehkan
potensinya sendiri. Dan itu berarti juga merupakan kedurhakaan kepada
Sang Pencipta, yakni Allah SWT.

Karena itu, rasa malas harus diperangi. Malas membuat potensi
seseorang menjadi terpendam atau muncul tapi terlambat. Malas membuat
seseorang bagaikan lumpuh. Tak bertenaga dan tak berdaya untuk
menghindarinya. Pikirannya menjadi irasional, jiwanya kosong dan
perbuatannya menjadi tak bertanggung jawab. Ironisnya mereka yang
malas sering menghibur diri dengan mengatakan, ?

"suatu ketika saya pasti akan melakukannya". Tapi nyatanya yang sering
terjadi justru ia semakin menunda-nunda melakukan pekerjaan itu.


Mungkin malah sama sekali tidak pernah dilakukannya sampai akhir
hayatnya. Akibatnya, hanya penyesalanlah yang ia tuai.

Seringkali juga orang yang malas menutupi alasan malas itu dengan
alasan lain yang "elegan", sehingga terkesan bagi orang lain sebagai
alasan yang logis, seperti dengan mengatakan "saya sibuk dengan urusan
lain yang lebih penting", "saya menunggu waktu yang tepat untuk
melakukannya", "saya sedang mempersiapkan diri untuk melakukannya",
dan lain-lain. Namun hati kecilnya tak dapat dibohongi. Sebenarnya ia
menunda melakukan pekerjaan itu hanya karena malas melakukannya.

Mengatasi Rasa Malas

Bagaimana cara mengatasi rasa malas? Banyak cara yang telah ditawarkan
para pakar untuk mengatasinya, tapi cara yang paling efektif adalah :
Just do it! (lakukan saja, tanpa menunda!). Ternyata Al Qur'an yang
mulia telah memberikan resep jitu ini dalam surah At Taubah ayat 41 :
"Berangkatlah kamu baik dalam kedaan ringan atau berat dan berjihadlah
di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Yang demikian itu adalah lebih
baik bagimu jika kamu mengetahui". Jadi, kerjakan saja apa yang
menurut Anda harus dilakukan. Jangan ditunda dan jangan mencari
alasan! Apapun alasan untuk menunda pekerjaan itu, lupakanlah! Sebab
sebagian besar alasan adalah alasan yang dicari-cari. Ali bin Abu
Thalib ra berkata : "Sesungguhnya kalau Anda menunda pekerjaan, maka
alasan ketakukan akan kegagalan pekerjaan tersebut akan semakin besar
daripada Anda melakukan pekerjaan itu sekarang juga!". Jadi menunda
pekerjaan, akan membuat otak Anda bekerja mencari seribu alasan untuk
semakin menunda pekerjaan itu.

Salah satu alasan yang sering muncul adalah ketakukan akan kegagalan.
Bagi banyak orang, kegagalan adalah suatu hal yang menyakitkan.
Membuat trauma dan membuat jera untuk melakukannya lagi. Ketakukan
akan kegagalan merupakan senjata ampuh bagi otak Anda untuk membuat
Anda menunda pekerjaan. Padahal Andalah yang seharusnya mengendalikan
otak Anda, bukan sebaliknya.

Karena itu, buanglah rasa takut gagal Anda yang membuat Anda
menunda-nunda pekerjaan. Just do it! Dengan just do it! Otak Anda tak
sempat bekerja untuk membuat Anda takut gagal. Otak Anda malah bekerja
untuk berani melakukannya tanpa takut gagal. Sejarah telah membuktikan
bahwa orang yang sukses adalah orang yang berhasil mengatasi rasa
takutnya akan kegagalan, sehingga mereka mau melakukan lagi pekerjaan
yang pada awalnya gagal mereka lakukan. Mereka mencoba lagi
melakukannya dan gagal lagi, tapi mereka melakukannya lagi dan gagal
lagi, sampai akhirnya mereka berhasil. Inilah pola hidup try and error


(coba dan gagal, lalu coba lagi dan coba lagi). Pola hidup dari
orang-orang yang optimis bahwa masa depan adalah kesuksesan untuk
mereka. Pola hidup yang tak mengenal putus asa. Karena putus asa hanya
milik orang yang kafir (terhadap nikmat Allah), bukan milik orang yang
beriman kepada Allah. "Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat
Allah, kecuali orang yang kafir" (QS. Yusuf : 87).

Karena itu, Just do it! Lakukanlah sekarang juga! Jika Anda menundanya
maka semakin malas dan takut Anda melakukannya. Sebaliknya semakin
tidak ditunda maka semakin bersemangat dan termotivasi Anda untuk
melakukannya.

Ketahuilah, seringkali semangat melakukan suatu pekerjaan justru
semakin besar bersamaan dengan saat Anda melakukan pekerjaan tersebut.
Semangat bekerja seringkali muncul bukan sebelum melakukan pekerjaan,
tapi pada saat Anda melakukan pekerjaan tersebut. Karena itu pada
surah At Taubah ayat 41 di atas, Allah menyuruh kita berangkat
(melakukannya) tanpa memperdulikan perasaan kita (ringan atau berat,
suka atau tidak suka). Sebab semangat dan kesungguhan (jihad) itu
muncul bersamaan dengan pelaksanaan pekerjaan itu.

Inilah rahasia mengatasi rasa malas, sehingga Allah menutup ayat itu
dengan kalimat "yang demikian itu lebih baik bagimu, jika kamu
mengetahui". Artinya, tidak semua orang mengetahui rahasia mengatasi
rasa malas. Mereka malah mencoba mencari cara lain yang seringkali
terlalu filosofis dan njelimet. Padahal cara mengatasinya amat mudah
dan praktis jika Anda mengetahui, yaitu just do it! Dan jangan biarkan
pikiran kita membuat alasan untuk menundanya. Jika pikiran Anda mulai
mencoba melakukan rasionalisasi untuk menundanya, katakan dengan keras
dan tegas pada diri Anda sendiri : Just do it! No Reasonable! Lakukan
sekarang juga! Jangan banyak alasan! Insya Allah, Anda akan mampu
mengatasi rasa malas dan tidak menunda-nunda melakukan pekerjaan.
Sesungguhnya perbedaan orang yang gagal dengan orang yang sukses
adalah orang yang gagal berpikir untuk melakukan sesuatu, sedang orang
yang sukses berbuat untuk melakukan sesuatu.

Oleh:
Satria Hadi Lubis, MM, MBA

0 komentar: