Sunday, 22 April 2007

Hati Yang Buta

FAKTA ini tentu amat mengejutkan, bahkan sulit
dipercaya. Betapa kelompok Salafy yang selama ini
dikenal sebagai kelompok Islam yang berdakwah untuk
Ihyaus Sunnah (menghidup-hidupkan sunnah Nabi SAW),
gerakan dakwah mereka ternyata didanai oleh jaringan
intelejen Israel, Mossad. Tujuannya untuk menimbulkan
fitnah dan perpecahan di kalangan kaum Muslim.

Badan intelejen Palestina mengijinkan harian Al-Hayat
dan Televisi Libanon, LBC, untuk mewawancarai
orang-orang Palestina yang menjadi agen Mossad, dan
sekarang ditawan oleh pemerintah Palestina. Mereka
telah menyebabkan terbunuhnya sejumlah Mujahidin.
Dalam sebuah wawancara, salah seorang agen
mengungkapkan cara perekrutan mereka serta peranan
yang mereka lakukan dalam memantau para mujahidin dan
memicu fitnah lewat perselisihan, perpecahan, dan
kebencian demi merealisasikan kepentingan strategis
Zionisme.

Wawancara ini diterbitkan oleh tabloid An-Nas nomor
127 mengutip harian Al-Hayat yang terbit di London dan
juga ditayangkan televisi LBC. Tabloid Al-Basya'ir
kembali menyiarkan wawancara tersebut mengingat
pentingnya fakta-fakta yang diungkapkan oleh agen ini.
Wawancara di bawah ini, yang diterjemahkan oleh Jati
Utomo Dwi Hatmoko, M.Sc. , mahasiswa Structural
Engineering and Construction Management University of
Newcastle Upon Tyne United Kingdom, dan dikutip dari
Hidayatullah. com, laporan Bahrum A. Rambe. Berikut
hasil wawancara dimaksud:

Wartawan: Bagaimana para zionis itu dapat memperalat
anda untuk kepentingan mereka dalam konspirasi dan
pengkhianatan terhadap bangsa dan negara anda?

Agen: Awalnya saya membaca iklan di koran lokal
tentang adanya pusat studi strategis kemasyarakatan
yang bertempat di Singapura, mereka membutuhkan
reporter di Tepi Barat untuk melakukan studi sosial
dan publisistik tentang lingkungan, kemiskinan, dan
lain-lain.

Lalu saya kirim biodata dan ijazah saya. Setelah dua
pekan, datang balasan penerimaan saya di lembaga
tersebut yang ternyata dikendalikan oleh intelejen
zionis Mossad, dan dilaksanakan oleh orang-orang
Palestina yang bekerja sama dengan zionisme untuk
merekrut orang Arab Palestina dengan cara jahannam
yang tidak terpikir oleh siapapun.

Mereka meminta kepada saya untuk menyiapkan laporan
kemasyarakatan strategis. Mereka memberi imbalan uang
yang cukup banyak. Dari situ, Pusat Studi Strategis
palsu itu meminta tambahan laporan-laporan sensitif.
Dan saya memenuhinya dengan teratur. Dengan
memperhatikan permintaan-perminta an mereka saya
mengetahui bahwa lembaga ini ada di bawah Mossad. Tapi
saya tidak bisa mundur karena saya sudah memberi
laporan-laporan yang sangat sensitif tentang keamanan
nasional, tokoh-tokoh Mujahidin, posisi tempat tinggal
mereka, dan keberadaan mereka. Informasi ini
memudahkan mereka untuk membunuh para Mujahidin
terbaik dari Hamas dan Jihad Islami.

Kondisi berkembang sedikit demi sedikit sampai
permainan ini tersingkap, mereka memberi kepada saya
lisensi untuk menemui orang-orang penting di Tel Aviv.
Di sana mereka menyambut saya di sebuah hotel bintang
lima. Mereka memberi saya seluruh sarana kenikmatan,
tapi ternyata mereka merekam saya ketika berada dalam
kondisi memalukan dengan seorang wanita. Hal ini
sebagai salah satu cara mereka untuk memperbudak dan
mengendalikan saya di kemudian hari.

Dari sini pekerjaan menjadi lebih akurat. Mereka
melatih saya seluruh dasar kerja intelejen. Dan
komunikasi kami lewat internet, mengirim informasi
lewat telepon seluler yang mereka berikan. Dari sini
saya mulai mengumpulkan informasi yang paling akurat
dan vital tentang tokoh-tokoh intifadhah secara rutin.
Posisi saya sebagai reporter, membuat saya dapat
bergabung dengan seluruh unsur Mujahidin.

Saya mendapatkan informasi yang sangat penting karena
saya dianggap sebagai pejuang. Karena kedekatan saya
dengan para pemimpin perlawanan dan pantauan saya
terhadap posisi gerakan dan tempat tidur mereka saya
telah memudahkan banyak pembunuhan melalui pesawat,
penangkapan malam hari atau dengan menembak kendaraan.
Dan saya telah merekrut banyak orang untuk kepentingan
zionis dengan upah rendah tidak lebih dari 1500 chikel
per bulan.

Wartawan: Kami mengetahui bahwa anda dapat
mengintervensi beberapa jamaah Islamiyyah, bagaimana
itu?

Agen: Sesungguhnya zionis sudah memanfaatkan kepolosan
dan ketidak hati-hatian orang-orang Palestina. Kami
ditugaskan membuat beberapa situs dengan nama:
Palestine Islamiyyah, al-Jihad al-Muqaddas, Tahrir
al-Quds, Syababul Intifadhah, dan lain-lain. Dengan
situs-situs ini kami berhubungan dengan banyak anak
muda yang memiliki semangat jihad. Kami janjikan
kepada mereka untuk membiayai mereka dengan uang dan
senjata, dengan menyebutkan bahwa dana tersebut
bersumber dari orang-orang kaya dari Teluk dan aktivis
Islam di Mesir, Yordan dan Kuwait.

Begitulah, kami dapat menembus banyak mata rantai
Mujahidin dan merasuk ke dalam tubuh mereka dengan
mengatasnamakan Islam dan jihad. Dan yang lebih
berbahaya, kami dapat memperalat orang-orang yang
bersemangat tinggi, khususnya orang-orang Salafiy
untuk menyebarkan buku-buku yang menimbulkan fitnah
dan perpecahan di kalangan umat Islam. Buku-buku ini,
sebenarnya dicetak dan dibiayai dengan biaya dari
Mossad untuk membuat pertempuran marginal antara
aktivis Islam, khususnya antara Syi'ah dan Sunnah di
Palestina, Pakistan, Yaman, dan Yordan.

Puluhan judul buku-buku yang menyerang Syi'ah dengan
cara menjijikkan, dan buku lain yang menyerang Sunnah,
sudah dicetak. Dan dimanfaatkan juga orang-orang yang
fanatik dari kedua belah pihak, setelah diyakinkan
bahwa buku-buku tersebut dicetak oleh para dermawan
Teluk dengan cetakan lux. Selebihnya, pekerjaan akan
dilakukan oleh mereka yang teripu dari kelompok
fanatik Sunnah seperti Salafiyyin dan lain-lain.
Tujuan utama dari pencetakan dan penyebaran buku ini,
adalah menimbulkan fitnah dan kebencian serta saling
mengkafirkan antarpihak dan menyibukkan mereka dengan
pertarungan sampingsan sesama mereka, agar Israel
dapat merealisasikan tujuannya, yaitu menghancurkan
Islam, menelan tanah air, menghapus identitas generasi
muda melalui penyebaran dekadensi moral, atau
menggunakan orang-orang yang tersingkir di luar
kehidupan, fanatik dan keras kepala. Hati mereka penuh
dengan kebencian terhadap saudara mereka sesama
Muslim, baik Sunnah atau Syi'ah.

Dalam hal ini, jaringan Mossad telah cukup sukses
menjalankan missinya. Anda dapat melihat kira-kira
semua masjid dan perkumpulan anak muda di Yaman,
Pakistan, dan Palestina tenggelam dengan buku-buku
ini, yang dicetak dan dibagikan secara gratis; yang
dikesankan seolah-olah dibiayai dari kocek para
donatur kaya Arab Saudi, padahal Mossad ada di
belakang semua ini. Sayang sekali, banyak orang-orang
yang tidak menyadari, termasuk para imam masjid,
khatib-khatib, dan da'i-da'i yang menyibukkan diri
secara ikhlas dan serius dengan menyebarkan buku-buku
beracun minimal bisa dikatakan buku-buku lancang dan
fitnah. Fitnah lebih berbahaya dari pembunuhan. Karena
pikiran mereka sempit, maka mereka tidak berpikir
tentang tujuan sebenarnya dari penyebaran buku-buku
ini, yang meniupkan kebencian, perpecahan dan fitnah
khususnya hari-hari belakangan ini.

Buku-buku ini telah mulai menuai pengaruhnya di
Pakistan. Orang-orang yang menyebut dirinya pengikut
Ahlu Sunnah wal jama'ah, membentuk Tentara Shahabat
dan menyerang kaum Syi'ah dalam ritual dan
rumah-rumah, membunuh mereka ketika shalat Shubuh.

Sebuah pembantaian ganas yang menyedihkan meninggalkan
ribuan mayat. Di lain pihak membentuk Tentara Muhammad
bereaksi dengan balasan yang lebih keras, ratusan
orang terbunuh di kedua belah pihak tiap bulan.
Pembantaian berdarah, kedengkian, membuat-buat
pertempuran sampingan, fitnah yang berbahaya dengan
pahlawan Khawarij zaman sekarang, dimanfaatkan oleh
Mossad untuk menyulut fanatisme, pengkafiran,
pembunuhan, untuk melemahkan negara Islam pertama yang
memiliki bom atom, Pakistan.

Sedangkan rencana mereka di Yaman, sampai saat ini
pekerjaan masih berjalan dengan serius dan hasilnya
sebentar lagi akan bisa dilihat. Namun sangat
disayangkan, khusus tentang pemicu fitnah di
Palestina, seluruh tujuan tidak tercapai seperti di
Pakistan dan Yaman.

Wartawan: Sekarang apakah anda menyesal? Di mana mata
hati anda ketika anda menunjukkan tempat-tempat
persembunyian tokoh-tokoh perlawanan kepada zionis,
agar dibunuh dengan keji beserta keluarga mereka
dengan pesawat Apache dan roket-roket mereka?

Agen: Apalah gunanya penyesalan. Saya merasa sedih
ketika mereka memusnahkan sebuah bangunan beserta
penghuninya hanya untuk membunuh salah seorang
Mujahidin yang dicari, di mana operasi ini menyebabkan
terbunuhnya 17 anak kecil dan wanita juga sang Mujahid
yang dicari. Sayalah penyebabnya, sungguh sayang.
Karena itu, saya berhak dihukum dengan hukuman yang
diputuskan pengadilan, yaitu eksekusi.

Mengenal Gerakan Agen Mossad
Semangat menghidupkan sunnah Nabi SAW di satu segi,
dan memposisikan gerakan Islam di luar komunitasnya
sebagai bid'ah, khawarij, dan tuduhan lain yang jauh
dari kesan Islami; tanpa dibarengi dengan wawasan
ilmu, pemahaman syari'ah dan siyasah secara memadai,
membuat mereka mudah diprovokasi dan diperalat
musuh-musuh Islam. Banyak gerakan Islam, dalam melawan
zionisme dan hegemoni AS, justru diperalat oleh musuh
dengan mengusung doktrin zionis tanpa disadari,
sehingga mudah dihancurkan.

Penting bagi aktivis Islam untuk mengenal di antara
karakteristik ormas, orpol, maupun gerakan Islam, yang
kadangkala tanpa disadari menjadi alat musuh untuk
menghancurkan Islam. Berdasarkan kajian dan pengalaman
karakteristik mereka itu dapat dikenali antara lain:

1. Mendukung kekuasaan rezim yang zhalim secara
apriori, selama penguasa tersebut masih melakukan
shalat. Alasannya, karena Nabi memerintahkan taat
kepada penguasa Muslim yang masih shalat sekalipun
berbuat durhaka atau zhalim. "Enam puluh tahun di
bawah penguasa zhalim, lebih baik daripada sehari
tanpa pemimpin," kata mereka. Sementara mereka
mengabaikan ayat Al-Qur'an yang melarang membantu
orang-orang zhalim yang berkhianat kepada Allah dan
rasul-Nya.

2. Mengklaim pahamnya paling benar tanpa mau diajak
dialog mendengarkan hujjah dari pihak Muslim yang
dikategorikan sesat.

3. Mengajak umat untuk menjauhi politik, dan
memfokuskan diri dalam aqidah dan ibadah dalam
pengertian sempit.

4. Gemar mengabaikan hujjah lawan sekalipun hujjah itu
dari Al-Qur'an dan hadits shahih hanya karena hujjah
tersebut tidak berasal dari syeikh-nya.

5. Mempersempit sumber-sumber pemahaman agama, dan
hanya menerima dari ulama panutannya atau pemahaman
dari kelompoknya sendiri secara terbatas, dengan
menganggap pemahaman jalur lain sebagai bid'ah.

6. Sangat mengecam perilaku yang dikategorikan
tasabbuh dengan golongan kafir dan musyrik. Tapi,
mengikuti cara berpikir dan kepemimpinan golongan
zionis dengan menempatkan pendapat ulama panutannya
melebihi Al-Qur'an dan hadits.

7. Menampilkan identitas tertentu untuk membedakan
diri dengan kelompok lain secara fanatik sebagaimana
halnya dengan sekte-sekte di lingkungan Yahudi dan
Kristen.

8. Mengambil ajaran agama dengan mengutamakan hal-hal
yang bersifat personal dan keluarga, tapi mengabaikan
masalah kenegaraan dan jihad. Hal ini sejalan dengan
doktrin Kristen: "Berikan hak Kaisar kepada Kaisar,
dan hak Tuhan kepada Tuhan."

9. Sangat membenci, bahkan memusuhi gerakan Islam yang
menuntut pemberlakuan Syari'ah Islam secara kaffah,
terutama ajaran amar makruf nahyu mungkar dan jihad.

PACARAN HALAL
Sebagai Proses Penjajakan, Percayalah Kepada Cowok
(tidak mengandung ayat dari kitab agama manapun)

Jangan salah persepsi. Tulisan ini sama sekali tidak membenarkan judul di atas. Hanya sebagai umpan untuk menarik perhatian pembaca.

Berdasarkan dari betapa mudahnya wanita diperdaya oleh lelaki/cowok. Bahkan dengan sangat angkuhnya wanita sering berpendapat bahwa dirinya tidak akan mudah termakan rayuan gombal lelaki. Itu benar, karena dimasa sekarang ini tidak ada lelaki yang bibirnya bisa mengucapkan rayuan gombal seperti film-film Indonesia toempoe doeloe. Tetapi dengan pendidikan dan teknologi yang berkembang, metode kami berubah (red:cowok).

Kami bisa memanfaatkan semua SDM dan SDA yang ada di sekitar kami untuk menunjang tegaknya diagnosa "SERIUS" dihadapan target (wanita). Apakah property "nebeng"? Oh tidak! Bahkan hanya dengan kesederhanaan, malah jadi pamungkas yang cukup jitu untuk meluluhkan hati wanita incaran kami. Karena dengan kesederhanaan dan property seadanya, akan mendatangkan kesan ketulusan dan bersahaja. Yang kemudian menimbulkan cinta sepenuh hati, berakibat kepasrahan. Ini fokusnya, kepasrahan yang artinya diriku sepenuhnya kuserahkan padamu, termasuk my virgin (klo masih).

Wahai wanita, tidak semua diantara kami kaum lelaki mengincar hartamu, yang merupakan incaran kami sebenarnya adalah SEX, sejauh mana dirimu memberikan rasa penasaran kepada kami, selama itu pula kami sanggup bersandiwara dengan sekuat tenaga kami. Mengapa kami sebut sandiwara? Karena kami menyimpulkan bahwa yang telah beristeri saja masih banyak yang selingkuh (meski tidak semuanya).

Pernikahan yang kejelasan statusnya dilindungi oleh hukum agama dan UU Negara, masih sering kami injak-injak. Apalagi status pacaran? Yang sama sekali tidak dikuatkan oleh peraturan manapun. Artinya seorang cowok bisa saja berpacaran dengan seribu cewek dalam waktu bersamaan atau sebaliknya. Maka jadilah pemuda-pemudi bangsa ini sebagai pakar zina, dari yang kecil sampai yang besar.

Tapi masalah jadi bangsa apa bukan urusan kami, selagi kami masih bisa menikmati kenikmatan dunia lewat tubuh wanita secara free, maka paradigma "Pacaran sebagai proses penjajakan" akan selalu kami sebarkan dengan cara apapun.

Sex dengan pacar sendiri sangat berbeda rasanya dengan sex dengan pelacur manapun dengan harga pakai berapapun. Sebab wanita yang selalu jadi target kami tentunya bersih, sehat, bebas penyakit menular seks (PMS), terawat dan terdidik.

Soal kaya atau miskin si target itu bisa disesuaikan. Maksudnya apabila kami telah sukses memperdaya hati target, maka keadaan keuangan akan sangat mudah dikendalikan berdasarkan scenario "rasa pengertian" yang kami ciptakan di hati target. Pulsa yang kami keluarkan untuk menjalin kedekatan tidak sebanding dengan kenikmatan yang menanti kami.

Target berjilbab? Bisa sukses bisa juga tidak.
Usaha kami dalam berburu "kenikmatan" terhadap target berjilbab memerlukan beberapa trik tambahan. Tetap bersikap sederhana, apa adanya, bersahaja, pengakuan terhadap kekurangan diri, bersikap humoris dan sedikit bumbu religi yang didapat dari ceramah ustadz-ustadz di televisi bisa jadi referensi tambahan.

Usaha kami sukses terhadap target yang berjilbab yang juga masih berpakaian ketat, sehingga jilbab kadang-kadang hanya menutupi rambutnya dan tidak menutupi ukuran "hardware" indahnya. Kulit target yang halus mulus karena sering tertutup dari polusi udara dan matahari memberikan sensasi yang tidak sama dengan target tidak berjilbab pada umumnya.
Luar biasa!!!

Usaha kami gagal apabila target berjilbab tapi juga berpakaian yang lebar, sehingga tidak tampak keindahannya lewat mata secara fisik, tapi kami sangat yakin dibalik pakaian yang lebar itu tersimpan lebih banyak keindahan. Kami kurang pasti penyebab kegagalan usaha kami terhadap target tersebut, bisa jadi keteguhan target dalam memegang keyakinan bahwa keindahan yang mereka miliki merupakan "harta berharga" yang hanya akan disuguhkan kepada suami mereka nantinya.

Kenyataan yang menggembirakan adalah target "kokoh" semacam ini berjumlah sangat sedikit jika dibandingkan dengan total target "empuk" yang banyak tersedia di sekitar kami.

Pada umumnya target menginginkan "keseriusan". Ketidaktahuan mereka terhadap makna kata serius ini yang sering kami manfaatkan sebagai peluluh hati mereka. Trik yang kami gunakan bermacam-macam, mulai dari kirim sms yang bertuliskan "Aku serius lho sama kamu", telepon diatas jam 23.00 (tarif murah) untuk bicara panjang lebar dengan topik yang dipilih secara random. Ini trik yang paling sederhana dan cukup jitu untuk target yang masih lugu atau pura-pura lugu soal keseriusan hubungan. Maksudnya walau target sudah mengerti tentang trik yang kami jalankan dalam meraih target, tapi seiring waktu dan semangat kami yang tidak berputus asa dalam menjalankan skenario, cepat lambat target yang dulunya pura-pura lugu akan luluh akhirnya melihat semangat tulus palsu kami.

Jika tujuan utama kami yaitu tubuh indah target belum didapatkan, maka bukti keseriusan palsu kami dapat dikuatkan dengan memboyong mereka ke orang tua kami atau sebaliknya, kami bersedia diboyong ke orang tua target. Sampai disini saja keberanian kami untuk bermain dengan kata serius, untungnya karena 99% target telah takluk pada level trik ini.

Kenyataan yang juga menggembirakan kami adalah apabila ternyata orang tua kami atau oramg tua target juga memiliki paradigma "Pacaran adalah proses penjajakan" atau "Pacaran adalah proses yang harus dilalui oleh remaja normal".
Luar biasa!!!
Target yang telah beranggapan bahwa "inilah jodohku", dengan paradigma ini kami telah mendapatkan kepercayaan penuh dari segala pihak untuk memperlakukan target semau kami. Termasuk menikmati kenyamanan sensasi seks penuh gratisan yang kami tunggu-tunggu selama perjuangan. Tidak perlu buru-buru, karena kami sangat dan sangat memperhatikan situasi, kondisi dan domisili.

Soal dikemudian hari kami bosan dengan target yang sudah habis manisnya karena kami hisap atau muncul target baru yang lebih segar, maka skenario pelepasan diri dapat dijalankan dengan berbagai alasan. Sangat mudah melakukannya mengingat semua manusia memiliki kekurangan, kekurangan inilah yang harus diangkat ke permukaan dan menjadi pokok bahasan yang berlanjut dengan putusnya hubungan. Alasan ketidakcocokan bisa menjadi penangkal pertanyaan orang tua masing-masing pihak.

Putus. Juga merupakan jalan baru bagi kami untuk memulai skenario pengejaran target baru. Tampang berduka, bahkan tampang tegar paska putus pun bisa menjadi pesona di hadapan target baru ini. Tentunya kami tidak meninggalkan trik-trik peluluhan hati yang kami terapkan terhadap target-terget sebelumnya seperti sederhana, tampil apa adanya, bersahaja, sedikit ditambah bumbu humoris karena target pada umumnya ingin dekat dengan orang yang selalu bisa membuatnya tersenyum dalam setiap keadaan. Target selalu ingin merasakan aman, nyaman, disayang, diperhatikan (beberapa). Maka sedaya upaya kami akan ciptakan suasana tersebut hanya didekat kami. Persepsi bahwa di dekat kami maka target merasa aman, nyaman, tenang, tersenyum, dan damai merupakan paradigma yang harus kami ciptakan di dalam kepala target.
Untuk kesekian kalinya kami selalu sukses dalam pencapaian tujuan kami, menjadikan kami sangat berpengalaman dan cerdas dalam program ini, dengan atau tanpa hambatan sama sekali. Sungguh indah dunia ini, dipenuhi dengan target-target berpendidikan tapi bodoh yang menunggu giliran untuk kami habisi.

"Ahh, saya kan gak pernah serius klo pacaran, ngapain takut!"
Jika terget berfikiran seperti kata-kata di atas, maka pemikiran seperti ini juga merupakan peluang besar bagi kami untuk memulai skenario peluluhan hati. Yang kami utamakan lebih dahulu adalah mengadakan ikatan super tidak jelas bernama Pacaran, soal cinta atau tidak, itu cuma masalah waktu. Trik-trik yang kami lancarkan akan mengubah keadaan hati target seiring waktu yang dilalui bersama-sama dan komitmen semu tentang pacaran yang kami atau orang lain ciptakan.

"Ahh, tidak semua cowok seperti itu, cowokku ga gitu and ga mungkin begitu!".
Kata-kata sejenis ini merupakan tolak ukur keberhasilan skenario BHSP (Bina Hubungan Saling Percaya) yang nantinya menjadi peluang besar untuk mendapatkan tubuh target di kemudian hari. Karena salah satu yang kami ingin bentuk adalah pendapat target bahwa kami adalah cowok yang berbeda dengan cowok pada umumnya.

Jika Anda wanita berpenampilan menarik atau tidak, bertubuh indah baik tertutup atau tidak, mencari keseriusan hubungan, mencari cinta dari sesama manusia tanpa pemahaman yang jelas…
Maka Anda target kami berikutnya!!!

Wahai wanita, ketahuilah bahwa seorang laki-laki yang benar-benar serius terhadapmu akan datang kepada orang tuamu dengan berkata "Pak, saya ingin menikahi putri Bapak, sekarang saya punya penghasilan Rp…../bulan, dst", sedangkan laki-laki yang benar-benar serius ingin menghabisimu akan datang langsung kepadamu dengan berkata "Maukah kamu jadi pacarku?".

Puncak kehinaan wanita ketika ia menerima tembakan seorang lelaki untuk jadi kekasihnya.
Puncak kemuliaan wanita ketika orang tua/walinya mempertimbangkan lamaran seorang lelaki untuk jadi isterinya.
Hancurkan harga diri dengan pacaran, muliakan diri dengan ...

Tidak ada solusi termuat dalam tulisan ini, meskipun solusinya tertulis tetapi tidak akan menghentikan kegiatan kami, kami hanya bisa berhenti jika semua target mengaplikasikan solusi yang sebenarnya sudah mereka tahu.
Pacaran sebagai proses penjajakan, penjajakan = peng"injak-injakan" atau pen"jaja"an.
Jika Anda belum pacaran, Nantikan kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda telah putusan, Nantikan juga kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda masih pacaran, maka tunggu tanggal "main" kami bersama Anda!


Wallahua'lam bisshawab
Cyber City Net 30.10.2006 at 02.22 am
Artikel diatas asli karangan Admin Cyber City Net. Untuk Pembaca silahkan mengambil sikap dan keputusan sendiri yang anda anggap terbaik untuk anda.Amien........


Wednesday, 18 April 2007

Home Of Internisty Boys

SEpHIrA GeDHeNing SeNGsARA Yen Tinompo @munk dadi CoBA