FAKTA ini tentu amat mengejutkan, bahkan sulit
dipercaya. Betapa kelompok Salafy yang selama ini
dikenal sebagai kelompok Islam yang berdakwah untuk
Ihyaus Sunnah (menghidup-hidupkan sunnah Nabi SAW),
gerakan dakwah mereka ternyata didanai oleh jaringan
intelejen Israel, Mossad. Tujuannya untuk menimbulkan
fitnah dan perpecahan di kalangan kaum Muslim.
Badan intelejen Palestina mengijinkan harian Al-Hayat
dan Televisi Libanon, LBC, untuk mewawancarai
orang-orang Palestina yang menjadi agen Mossad, dan
sekarang ditawan oleh pemerintah Palestina. Mereka
telah menyebabkan terbunuhnya sejumlah Mujahidin.
Dalam sebuah wawancara, salah seorang agen
mengungkapkan cara perekrutan mereka serta peranan
yang mereka lakukan dalam memantau para mujahidin dan
memicu fitnah lewat perselisihan, perpecahan, dan
kebencian demi merealisasikan kepentingan strategis
Zionisme.
Wawancara ini diterbitkan oleh tabloid An-Nas nomor
127 mengutip harian Al-Hayat yang terbit di London dan
juga ditayangkan televisi LBC. Tabloid Al-Basya'ir
kembali menyiarkan wawancara tersebut mengingat
pentingnya fakta-fakta yang diungkapkan oleh agen ini.
Wawancara di bawah ini, yang diterjemahkan oleh Jati
Utomo Dwi Hatmoko, M.Sc. , mahasiswa Structural
Engineering and Construction Management University of
Newcastle Upon Tyne United Kingdom, dan dikutip dari
Hidayatullah. com, laporan Bahrum A. Rambe. Berikut
hasil wawancara dimaksud:
Wartawan: Bagaimana para zionis itu dapat memperalat
anda untuk kepentingan mereka dalam konspirasi dan
pengkhianatan terhadap bangsa dan negara anda?
Agen: Awalnya saya membaca iklan di koran lokal
tentang adanya pusat studi strategis kemasyarakatan
yang bertempat di Singapura, mereka membutuhkan
reporter di Tepi Barat untuk melakukan studi sosial
dan publisistik tentang lingkungan, kemiskinan, dan
lain-lain.
Lalu saya kirim biodata dan ijazah saya. Setelah dua
pekan, datang balasan penerimaan saya di lembaga
tersebut yang ternyata dikendalikan oleh intelejen
zionis Mossad, dan dilaksanakan oleh orang-orang
Palestina yang bekerja sama dengan zionisme untuk
merekrut orang Arab Palestina dengan cara jahannam
yang tidak terpikir oleh siapapun.
Mereka meminta kepada saya untuk menyiapkan laporan
kemasyarakatan strategis. Mereka memberi imbalan uang
yang cukup banyak. Dari situ, Pusat Studi Strategis
palsu itu meminta tambahan laporan-laporan sensitif.
Dan saya memenuhinya dengan teratur. Dengan
memperhatikan permintaan-perminta an mereka saya
mengetahui bahwa lembaga ini ada di bawah Mossad. Tapi
saya tidak bisa mundur karena saya sudah memberi
laporan-laporan yang sangat sensitif tentang keamanan
nasional, tokoh-tokoh Mujahidin, posisi tempat tinggal
mereka, dan keberadaan mereka. Informasi ini
memudahkan mereka untuk membunuh para Mujahidin
terbaik dari Hamas dan Jihad Islami.
Kondisi berkembang sedikit demi sedikit sampai
permainan ini tersingkap, mereka memberi kepada saya
lisensi untuk menemui orang-orang penting di Tel Aviv.
Di sana mereka menyambut saya di sebuah hotel bintang
lima. Mereka memberi saya seluruh sarana kenikmatan,
tapi ternyata mereka merekam saya ketika berada dalam
kondisi memalukan dengan seorang wanita. Hal ini
sebagai salah satu cara mereka untuk memperbudak dan
mengendalikan saya di kemudian hari.
Dari sini pekerjaan menjadi lebih akurat. Mereka
melatih saya seluruh dasar kerja intelejen. Dan
komunikasi kami lewat internet, mengirim informasi
lewat telepon seluler yang mereka berikan. Dari sini
saya mulai mengumpulkan informasi yang paling akurat
dan vital tentang tokoh-tokoh intifadhah secara rutin.
Posisi saya sebagai reporter, membuat saya dapat
bergabung dengan seluruh unsur Mujahidin.
Saya mendapatkan informasi yang sangat penting karena
saya dianggap sebagai pejuang. Karena kedekatan saya
dengan para pemimpin perlawanan dan pantauan saya
terhadap posisi gerakan dan tempat tidur mereka saya
telah memudahkan banyak pembunuhan melalui pesawat,
penangkapan malam hari atau dengan menembak kendaraan.
Dan saya telah merekrut banyak orang untuk kepentingan
zionis dengan upah rendah tidak lebih dari 1500 chikel
per bulan.
Wartawan: Kami mengetahui bahwa anda dapat
mengintervensi beberapa jamaah Islamiyyah, bagaimana
itu?
Agen: Sesungguhnya zionis sudah memanfaatkan kepolosan
dan ketidak hati-hatian orang-orang Palestina. Kami
ditugaskan membuat beberapa situs dengan nama:
Palestine Islamiyyah, al-Jihad al-Muqaddas, Tahrir
al-Quds, Syababul Intifadhah, dan lain-lain. Dengan
situs-situs ini kami berhubungan dengan banyak anak
muda yang memiliki semangat jihad. Kami janjikan
kepada mereka untuk membiayai mereka dengan uang dan
senjata, dengan menyebutkan bahwa dana tersebut
bersumber dari orang-orang kaya dari Teluk dan aktivis
Islam di Mesir, Yordan dan Kuwait.
Begitulah, kami dapat menembus banyak mata rantai
Mujahidin dan merasuk ke dalam tubuh mereka dengan
mengatasnamakan Islam dan jihad. Dan yang lebih
berbahaya, kami dapat memperalat orang-orang yang
bersemangat tinggi, khususnya orang-orang Salafiy
untuk menyebarkan buku-buku yang menimbulkan fitnah
dan perpecahan di kalangan umat Islam. Buku-buku ini,
sebenarnya dicetak dan dibiayai dengan biaya dari
Mossad untuk membuat pertempuran marginal antara
aktivis Islam, khususnya antara Syi'ah dan Sunnah di
Palestina, Pakistan, Yaman, dan Yordan.
Puluhan judul buku-buku yang menyerang Syi'ah dengan
cara menjijikkan, dan buku lain yang menyerang Sunnah,
sudah dicetak. Dan dimanfaatkan juga orang-orang yang
fanatik dari kedua belah pihak, setelah diyakinkan
bahwa buku-buku tersebut dicetak oleh para dermawan
Teluk dengan cetakan lux. Selebihnya, pekerjaan akan
dilakukan oleh mereka yang teripu dari kelompok
fanatik Sunnah seperti Salafiyyin dan lain-lain.
Tujuan utama dari pencetakan dan penyebaran buku ini,
adalah menimbulkan fitnah dan kebencian serta saling
mengkafirkan antarpihak dan menyibukkan mereka dengan
pertarungan sampingsan sesama mereka, agar Israel
dapat merealisasikan tujuannya, yaitu menghancurkan
Islam, menelan tanah air, menghapus identitas generasi
muda melalui penyebaran dekadensi moral, atau
menggunakan orang-orang yang tersingkir di luar
kehidupan, fanatik dan keras kepala. Hati mereka penuh
dengan kebencian terhadap saudara mereka sesama
Muslim, baik Sunnah atau Syi'ah.
Dalam hal ini, jaringan Mossad telah cukup sukses
menjalankan missinya. Anda dapat melihat kira-kira
semua masjid dan perkumpulan anak muda di Yaman,
Pakistan, dan Palestina tenggelam dengan buku-buku
ini, yang dicetak dan dibagikan secara gratis; yang
dikesankan seolah-olah dibiayai dari kocek para
donatur kaya Arab Saudi, padahal Mossad ada di
belakang semua ini. Sayang sekali, banyak orang-orang
yang tidak menyadari, termasuk para imam masjid,
khatib-khatib, dan da'i-da'i yang menyibukkan diri
secara ikhlas dan serius dengan menyebarkan buku-buku
beracun minimal bisa dikatakan buku-buku lancang dan
fitnah. Fitnah lebih berbahaya dari pembunuhan. Karena
pikiran mereka sempit, maka mereka tidak berpikir
tentang tujuan sebenarnya dari penyebaran buku-buku
ini, yang meniupkan kebencian, perpecahan dan fitnah
khususnya hari-hari belakangan ini.
Buku-buku ini telah mulai menuai pengaruhnya di
Pakistan. Orang-orang yang menyebut dirinya pengikut
Ahlu Sunnah wal jama'ah, membentuk Tentara Shahabat
dan menyerang kaum Syi'ah dalam ritual dan
rumah-rumah, membunuh mereka ketika shalat Shubuh.
Sebuah pembantaian ganas yang menyedihkan meninggalkan
ribuan mayat. Di lain pihak membentuk Tentara Muhammad
bereaksi dengan balasan yang lebih keras, ratusan
orang terbunuh di kedua belah pihak tiap bulan.
Pembantaian berdarah, kedengkian, membuat-buat
pertempuran sampingan, fitnah yang berbahaya dengan
pahlawan Khawarij zaman sekarang, dimanfaatkan oleh
Mossad untuk menyulut fanatisme, pengkafiran,
pembunuhan, untuk melemahkan negara Islam pertama yang
memiliki bom atom, Pakistan.
Sedangkan rencana mereka di Yaman, sampai saat ini
pekerjaan masih berjalan dengan serius dan hasilnya
sebentar lagi akan bisa dilihat. Namun sangat
disayangkan, khusus tentang pemicu fitnah di
Palestina, seluruh tujuan tidak tercapai seperti di
Pakistan dan Yaman.
Wartawan: Sekarang apakah anda menyesal? Di mana mata
hati anda ketika anda menunjukkan tempat-tempat
persembunyian tokoh-tokoh perlawanan kepada zionis,
agar dibunuh dengan keji beserta keluarga mereka
dengan pesawat Apache dan roket-roket mereka?
Agen: Apalah gunanya penyesalan. Saya merasa sedih
ketika mereka memusnahkan sebuah bangunan beserta
penghuninya hanya untuk membunuh salah seorang
Mujahidin yang dicari, di mana operasi ini menyebabkan
terbunuhnya 17 anak kecil dan wanita juga sang Mujahid
yang dicari. Sayalah penyebabnya, sungguh sayang.
Karena itu, saya berhak dihukum dengan hukuman yang
diputuskan pengadilan, yaitu eksekusi.
Mengenal Gerakan Agen Mossad
Semangat menghidupkan sunnah Nabi SAW di satu segi,
dan memposisikan gerakan Islam di luar komunitasnya
sebagai bid'ah, khawarij, dan tuduhan lain yang jauh
dari kesan Islami; tanpa dibarengi dengan wawasan
ilmu, pemahaman syari'ah dan siyasah secara memadai,
membuat mereka mudah diprovokasi dan diperalat
musuh-musuh Islam. Banyak gerakan Islam, dalam melawan
zionisme dan hegemoni AS, justru diperalat oleh musuh
dengan mengusung doktrin zionis tanpa disadari,
sehingga mudah dihancurkan.
Penting bagi aktivis Islam untuk mengenal di antara
karakteristik ormas, orpol, maupun gerakan Islam, yang
kadangkala tanpa disadari menjadi alat musuh untuk
menghancurkan Islam. Berdasarkan kajian dan pengalaman
karakteristik mereka itu dapat dikenali antara lain:
1. Mendukung kekuasaan rezim yang zhalim secara
apriori, selama penguasa tersebut masih melakukan
shalat. Alasannya, karena Nabi memerintahkan taat
kepada penguasa Muslim yang masih shalat sekalipun
berbuat durhaka atau zhalim. "Enam puluh tahun di
bawah penguasa zhalim, lebih baik daripada sehari
tanpa pemimpin," kata mereka. Sementara mereka
mengabaikan ayat Al-Qur'an yang melarang membantu
orang-orang zhalim yang berkhianat kepada Allah dan
rasul-Nya.
2. Mengklaim pahamnya paling benar tanpa mau diajak
dialog mendengarkan hujjah dari pihak Muslim yang
dikategorikan sesat.
3. Mengajak umat untuk menjauhi politik, dan
memfokuskan diri dalam aqidah dan ibadah dalam
pengertian sempit.
4. Gemar mengabaikan hujjah lawan sekalipun hujjah itu
dari Al-Qur'an dan hadits shahih hanya karena hujjah
tersebut tidak berasal dari syeikh-nya.
5. Mempersempit sumber-sumber pemahaman agama, dan
hanya menerima dari ulama panutannya atau pemahaman
dari kelompoknya sendiri secara terbatas, dengan
menganggap pemahaman jalur lain sebagai bid'ah.
6. Sangat mengecam perilaku yang dikategorikan
tasabbuh dengan golongan kafir dan musyrik. Tapi,
mengikuti cara berpikir dan kepemimpinan golongan
zionis dengan menempatkan pendapat ulama panutannya
melebihi Al-Qur'an dan hadits.
7. Menampilkan identitas tertentu untuk membedakan
diri dengan kelompok lain secara fanatik sebagaimana
halnya dengan sekte-sekte di lingkungan Yahudi dan
Kristen.
8. Mengambil ajaran agama dengan mengutamakan hal-hal
yang bersifat personal dan keluarga, tapi mengabaikan
masalah kenegaraan dan jihad. Hal ini sejalan dengan
doktrin Kristen: "Berikan hak Kaisar kepada Kaisar,
dan hak Tuhan kepada Tuhan."
9. Sangat membenci, bahkan memusuhi gerakan Islam yang
menuntut pemberlakuan Syari'ah Islam secara kaffah,
terutama ajaran amar makruf nahyu mungkar dan jihad.
dipercaya. Betapa kelompok Salafy yang selama ini
dikenal sebagai kelompok Islam yang berdakwah untuk
Ihyaus Sunnah (menghidup-hidupkan sunnah Nabi SAW),
gerakan dakwah mereka ternyata didanai oleh jaringan
intelejen Israel, Mossad. Tujuannya untuk menimbulkan
fitnah dan perpecahan di kalangan kaum Muslim.
Badan intelejen Palestina mengijinkan harian Al-Hayat
dan Televisi Libanon, LBC, untuk mewawancarai
orang-orang Palestina yang menjadi agen Mossad, dan
sekarang ditawan oleh pemerintah Palestina. Mereka
telah menyebabkan terbunuhnya sejumlah Mujahidin.
Dalam sebuah wawancara, salah seorang agen
mengungkapkan cara perekrutan mereka serta peranan
yang mereka lakukan dalam memantau para mujahidin dan
memicu fitnah lewat perselisihan, perpecahan, dan
kebencian demi merealisasikan kepentingan strategis
Zionisme.
Wawancara ini diterbitkan oleh tabloid An-Nas nomor
127 mengutip harian Al-Hayat yang terbit di London dan
juga ditayangkan televisi LBC. Tabloid Al-Basya'ir
kembali menyiarkan wawancara tersebut mengingat
pentingnya fakta-fakta yang diungkapkan oleh agen ini.
Wawancara di bawah ini, yang diterjemahkan oleh Jati
Utomo Dwi Hatmoko, M.Sc. , mahasiswa Structural
Engineering and Construction Management University of
Newcastle Upon Tyne United Kingdom, dan dikutip dari
Hidayatullah. com, laporan Bahrum A. Rambe. Berikut
hasil wawancara dimaksud:
Wartawan: Bagaimana para zionis itu dapat memperalat
anda untuk kepentingan mereka dalam konspirasi dan
pengkhianatan terhadap bangsa dan negara anda?
Agen: Awalnya saya membaca iklan di koran lokal
tentang adanya pusat studi strategis kemasyarakatan
yang bertempat di Singapura, mereka membutuhkan
reporter di Tepi Barat untuk melakukan studi sosial
dan publisistik tentang lingkungan, kemiskinan, dan
lain-lain.
Lalu saya kirim biodata dan ijazah saya. Setelah dua
pekan, datang balasan penerimaan saya di lembaga
tersebut yang ternyata dikendalikan oleh intelejen
zionis Mossad, dan dilaksanakan oleh orang-orang
Palestina yang bekerja sama dengan zionisme untuk
merekrut orang Arab Palestina dengan cara jahannam
yang tidak terpikir oleh siapapun.
Mereka meminta kepada saya untuk menyiapkan laporan
kemasyarakatan strategis. Mereka memberi imbalan uang
yang cukup banyak. Dari situ, Pusat Studi Strategis
palsu itu meminta tambahan laporan-laporan sensitif.
Dan saya memenuhinya dengan teratur. Dengan
memperhatikan permintaan-perminta an mereka saya
mengetahui bahwa lembaga ini ada di bawah Mossad. Tapi
saya tidak bisa mundur karena saya sudah memberi
laporan-laporan yang sangat sensitif tentang keamanan
nasional, tokoh-tokoh Mujahidin, posisi tempat tinggal
mereka, dan keberadaan mereka. Informasi ini
memudahkan mereka untuk membunuh para Mujahidin
terbaik dari Hamas dan Jihad Islami.
Kondisi berkembang sedikit demi sedikit sampai
permainan ini tersingkap, mereka memberi kepada saya
lisensi untuk menemui orang-orang penting di Tel Aviv.
Di sana mereka menyambut saya di sebuah hotel bintang
lima. Mereka memberi saya seluruh sarana kenikmatan,
tapi ternyata mereka merekam saya ketika berada dalam
kondisi memalukan dengan seorang wanita. Hal ini
sebagai salah satu cara mereka untuk memperbudak dan
mengendalikan saya di kemudian hari.
Dari sini pekerjaan menjadi lebih akurat. Mereka
melatih saya seluruh dasar kerja intelejen. Dan
komunikasi kami lewat internet, mengirim informasi
lewat telepon seluler yang mereka berikan. Dari sini
saya mulai mengumpulkan informasi yang paling akurat
dan vital tentang tokoh-tokoh intifadhah secara rutin.
Posisi saya sebagai reporter, membuat saya dapat
bergabung dengan seluruh unsur Mujahidin.
Saya mendapatkan informasi yang sangat penting karena
saya dianggap sebagai pejuang. Karena kedekatan saya
dengan para pemimpin perlawanan dan pantauan saya
terhadap posisi gerakan dan tempat tidur mereka saya
telah memudahkan banyak pembunuhan melalui pesawat,
penangkapan malam hari atau dengan menembak kendaraan.
Dan saya telah merekrut banyak orang untuk kepentingan
zionis dengan upah rendah tidak lebih dari 1500 chikel
per bulan.
Wartawan: Kami mengetahui bahwa anda dapat
mengintervensi beberapa jamaah Islamiyyah, bagaimana
itu?
Agen: Sesungguhnya zionis sudah memanfaatkan kepolosan
dan ketidak hati-hatian orang-orang Palestina. Kami
ditugaskan membuat beberapa situs dengan nama:
Palestine Islamiyyah, al-Jihad al-Muqaddas, Tahrir
al-Quds, Syababul Intifadhah, dan lain-lain. Dengan
situs-situs ini kami berhubungan dengan banyak anak
muda yang memiliki semangat jihad. Kami janjikan
kepada mereka untuk membiayai mereka dengan uang dan
senjata, dengan menyebutkan bahwa dana tersebut
bersumber dari orang-orang kaya dari Teluk dan aktivis
Islam di Mesir, Yordan dan Kuwait.
Begitulah, kami dapat menembus banyak mata rantai
Mujahidin dan merasuk ke dalam tubuh mereka dengan
mengatasnamakan Islam dan jihad. Dan yang lebih
berbahaya, kami dapat memperalat orang-orang yang
bersemangat tinggi, khususnya orang-orang Salafiy
untuk menyebarkan buku-buku yang menimbulkan fitnah
dan perpecahan di kalangan umat Islam. Buku-buku ini,
sebenarnya dicetak dan dibiayai dengan biaya dari
Mossad untuk membuat pertempuran marginal antara
aktivis Islam, khususnya antara Syi'ah dan Sunnah di
Palestina, Pakistan, Yaman, dan Yordan.
Puluhan judul buku-buku yang menyerang Syi'ah dengan
cara menjijikkan, dan buku lain yang menyerang Sunnah,
sudah dicetak. Dan dimanfaatkan juga orang-orang yang
fanatik dari kedua belah pihak, setelah diyakinkan
bahwa buku-buku tersebut dicetak oleh para dermawan
Teluk dengan cetakan lux. Selebihnya, pekerjaan akan
dilakukan oleh mereka yang teripu dari kelompok
fanatik Sunnah seperti Salafiyyin dan lain-lain.
Tujuan utama dari pencetakan dan penyebaran buku ini,
adalah menimbulkan fitnah dan kebencian serta saling
mengkafirkan antarpihak dan menyibukkan mereka dengan
pertarungan sampingsan sesama mereka, agar Israel
dapat merealisasikan tujuannya, yaitu menghancurkan
Islam, menelan tanah air, menghapus identitas generasi
muda melalui penyebaran dekadensi moral, atau
menggunakan orang-orang yang tersingkir di luar
kehidupan, fanatik dan keras kepala. Hati mereka penuh
dengan kebencian terhadap saudara mereka sesama
Muslim, baik Sunnah atau Syi'ah.
Dalam hal ini, jaringan Mossad telah cukup sukses
menjalankan missinya. Anda dapat melihat kira-kira
semua masjid dan perkumpulan anak muda di Yaman,
Pakistan, dan Palestina tenggelam dengan buku-buku
ini, yang dicetak dan dibagikan secara gratis; yang
dikesankan seolah-olah dibiayai dari kocek para
donatur kaya Arab Saudi, padahal Mossad ada di
belakang semua ini. Sayang sekali, banyak orang-orang
yang tidak menyadari, termasuk para imam masjid,
khatib-khatib, dan da'i-da'i yang menyibukkan diri
secara ikhlas dan serius dengan menyebarkan buku-buku
beracun minimal bisa dikatakan buku-buku lancang dan
fitnah. Fitnah lebih berbahaya dari pembunuhan. Karena
pikiran mereka sempit, maka mereka tidak berpikir
tentang tujuan sebenarnya dari penyebaran buku-buku
ini, yang meniupkan kebencian, perpecahan dan fitnah
khususnya hari-hari belakangan ini.
Buku-buku ini telah mulai menuai pengaruhnya di
Pakistan. Orang-orang yang menyebut dirinya pengikut
Ahlu Sunnah wal jama'ah, membentuk Tentara Shahabat
dan menyerang kaum Syi'ah dalam ritual dan
rumah-rumah, membunuh mereka ketika shalat Shubuh.
Sebuah pembantaian ganas yang menyedihkan meninggalkan
ribuan mayat. Di lain pihak membentuk Tentara Muhammad
bereaksi dengan balasan yang lebih keras, ratusan
orang terbunuh di kedua belah pihak tiap bulan.
Pembantaian berdarah, kedengkian, membuat-buat
pertempuran sampingan, fitnah yang berbahaya dengan
pahlawan Khawarij zaman sekarang, dimanfaatkan oleh
Mossad untuk menyulut fanatisme, pengkafiran,
pembunuhan, untuk melemahkan negara Islam pertama yang
memiliki bom atom, Pakistan.
Sedangkan rencana mereka di Yaman, sampai saat ini
pekerjaan masih berjalan dengan serius dan hasilnya
sebentar lagi akan bisa dilihat. Namun sangat
disayangkan, khusus tentang pemicu fitnah di
Palestina, seluruh tujuan tidak tercapai seperti di
Pakistan dan Yaman.
Wartawan: Sekarang apakah anda menyesal? Di mana mata
hati anda ketika anda menunjukkan tempat-tempat
persembunyian tokoh-tokoh perlawanan kepada zionis,
agar dibunuh dengan keji beserta keluarga mereka
dengan pesawat Apache dan roket-roket mereka?
Agen: Apalah gunanya penyesalan. Saya merasa sedih
ketika mereka memusnahkan sebuah bangunan beserta
penghuninya hanya untuk membunuh salah seorang
Mujahidin yang dicari, di mana operasi ini menyebabkan
terbunuhnya 17 anak kecil dan wanita juga sang Mujahid
yang dicari. Sayalah penyebabnya, sungguh sayang.
Karena itu, saya berhak dihukum dengan hukuman yang
diputuskan pengadilan, yaitu eksekusi.
Mengenal Gerakan Agen Mossad
Semangat menghidupkan sunnah Nabi SAW di satu segi,
dan memposisikan gerakan Islam di luar komunitasnya
sebagai bid'ah, khawarij, dan tuduhan lain yang jauh
dari kesan Islami; tanpa dibarengi dengan wawasan
ilmu, pemahaman syari'ah dan siyasah secara memadai,
membuat mereka mudah diprovokasi dan diperalat
musuh-musuh Islam. Banyak gerakan Islam, dalam melawan
zionisme dan hegemoni AS, justru diperalat oleh musuh
dengan mengusung doktrin zionis tanpa disadari,
sehingga mudah dihancurkan.
Penting bagi aktivis Islam untuk mengenal di antara
karakteristik ormas, orpol, maupun gerakan Islam, yang
kadangkala tanpa disadari menjadi alat musuh untuk
menghancurkan Islam. Berdasarkan kajian dan pengalaman
karakteristik mereka itu dapat dikenali antara lain:
1. Mendukung kekuasaan rezim yang zhalim secara
apriori, selama penguasa tersebut masih melakukan
shalat. Alasannya, karena Nabi memerintahkan taat
kepada penguasa Muslim yang masih shalat sekalipun
berbuat durhaka atau zhalim. "Enam puluh tahun di
bawah penguasa zhalim, lebih baik daripada sehari
tanpa pemimpin," kata mereka. Sementara mereka
mengabaikan ayat Al-Qur'an yang melarang membantu
orang-orang zhalim yang berkhianat kepada Allah dan
rasul-Nya.
2. Mengklaim pahamnya paling benar tanpa mau diajak
dialog mendengarkan hujjah dari pihak Muslim yang
dikategorikan sesat.
3. Mengajak umat untuk menjauhi politik, dan
memfokuskan diri dalam aqidah dan ibadah dalam
pengertian sempit.
4. Gemar mengabaikan hujjah lawan sekalipun hujjah itu
dari Al-Qur'an dan hadits shahih hanya karena hujjah
tersebut tidak berasal dari syeikh-nya.
5. Mempersempit sumber-sumber pemahaman agama, dan
hanya menerima dari ulama panutannya atau pemahaman
dari kelompoknya sendiri secara terbatas, dengan
menganggap pemahaman jalur lain sebagai bid'ah.
6. Sangat mengecam perilaku yang dikategorikan
tasabbuh dengan golongan kafir dan musyrik. Tapi,
mengikuti cara berpikir dan kepemimpinan golongan
zionis dengan menempatkan pendapat ulama panutannya
melebihi Al-Qur'an dan hadits.
7. Menampilkan identitas tertentu untuk membedakan
diri dengan kelompok lain secara fanatik sebagaimana
halnya dengan sekte-sekte di lingkungan Yahudi dan
Kristen.
8. Mengambil ajaran agama dengan mengutamakan hal-hal
yang bersifat personal dan keluarga, tapi mengabaikan
masalah kenegaraan dan jihad. Hal ini sejalan dengan
doktrin Kristen: "Berikan hak Kaisar kepada Kaisar,
dan hak Tuhan kepada Tuhan."
9. Sangat membenci, bahkan memusuhi gerakan Islam yang
menuntut pemberlakuan Syari'ah Islam secara kaffah,
terutama ajaran amar makruf nahyu mungkar dan jihad.
0 komentar:
Post a Comment